bronchitis

Bronchitis : Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatannya Tinggalkan komentar

Bronchitis adalah suatu peradangan pada cabang tenggorok (bronchus = saluran pernapasan udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronchitisbisa bersifat serius.

Gejala Bronchitis

Batuk berdahak (dahak bisa berwarna merah; Sesak napas ketika melakukan olah raga atau aktifitas; Sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu); Bengek, lelah, sakit kepala, penglihatan terganggu; Pembengkakan pergelangan kaki, tungkai kiri-kanan; Wajah, telapak tangan dan selaput lendir kemerahan.

Penyebab Bronchitis

Penyebab bronkitis umumnya adalah virus yang juga menjadi penyebab ISPA, salah satunya virus flu. Virus ini biasanya terkandung dan tersebar melalui percikan dahak dari orang yang menderita bronkitis. Percikan dahak tersebut dapat melayang di udara untuk beberapa saat, atau menempel di permukaan suatu benda dan bertahan hidup hingga 1 hari. Ketika sudah masuk ke dalam tubuh, baik karena terhirup atau pun tertelan, virus tersebut akan menyerang sel-sel saluran bronkus hingga akhirnya menimbulkan peradangan.

Terdapat pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita bronkitis, yakni:

  • Merokok atau menjadi perokok pasif.
  • Tidak menerima vaksin influenza atau pneumonia.
  • Sering terpapar zat-zat berbahaya, seperti debu, amonia, atau klorin ketika bekerja atau melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Berusia di bawah 5 tahun atau lebih dari 40 tahun.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Menderita kondisi lain, seperti penyakit refluks asam lambung (GERD).

Diagnosis

Diagnosis dimulai dengan pemeriksaan terhadap gejala yang muncul, faktor risiko yang ada, dan riwayat kesehatan pasien secara menyeluruh. Selama pemeriksaan awal, dokter juga akan mengamati kondisi paru menggunakan stetoskop ketika pasien bernapas.

Setelah itu, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan melakukan serangkaian tes. Beberapa tes yang biasa digunakan untuk mendiagnosis bronkitis meliputi:

  • Pemeriksaan kadar oksigen dalam darah. Dalam tes ini, dokter menggunakan alat berupa sensor khusus yang ditempelkan pada jari.
  • Tes darah.
  • Rontgen dada, untuk mendeteksi kondisi yang menyebabkan timbulnya batuk.
  • Tes fungsi paru. Tes ini menggunakan alat berupa tabung/selang yang disebut spirometer. Dalam prosesnya, dokter akan mengistruksikan pasien untuk menghirup dan menghembus napas di spirometer. Data yang diterima dan dianalisis spirometer akan menunjukkan fungsi paru pasien.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan sputum atau dahak. Pasien dianjurkan untuk berdikusi lebih lanjut dengan dokter terkait manfaat dan risiko prosedur diagnosis yang akan digunakan.

Pengobatan Bronchitis

Penanganan bronkitis pada tiap pasien dapat berbeda, tergantung keparahan dan kondisi pasien secara menyeluruh. Pada bronkitis akut atau yang tergolong ringan, gejala yang muncul akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, jika bronkitis berlangsung berlarut-larut atau terasa sangat mengganggu, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan atau terapi yang bertujuan untuk meredakan gejala.

Untuk meredakan gejala batuk, obat yang diberikan dapat berupa antitusif atau ekspektoran. Beberapa obat pereda batuk yang dapat digunakan meliputi:

  • Dextromethorpan
  • Guaifenesin
  • Codeine
  • Noscapine

Lalu, untuk meredakan gejala sesak napas, metode penanganannya dapat berupa:

  • Penggunaan bronkodilator.
  • Pemberian kortikosteroid. Obat ini digunakan ketika bronkodilator tidak efektif. Dokter dapat memberikan kortikosteroid dalam bentuk tablet atau dihirup.
  • Rehabilitasi paru. Metode ini mengandalkan komitmen pasien dalam berolahraga, menjaga pola makan, dan melatih pernapasan.

Selain pemberian obat dan terapi khusus, pasien juga dapat melakukan perawatan mandiri di rumah untuk meredakan gejala. Beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi:

  • Minum air putih sebanyak 8-12 gelas perhari.
  • Istirahat yang cukup.
  • Menghirup uap air hangat. Hal ini dapat meredakan batuk dan mengencerkan lendir di saluran pernapasan sehingga mudah dibuang.
  • Menghindari asap rokok.
  • Menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah, untuk menghindari paparan zat berbahaya.
  • Menggunakan masker khusus, jika batuk dan sesak napas semakin meningkat ketika terpapar udara dingin.

HERBA HNI HPAI :
 Madu Pahit : 3 x 2 sdm
 Deep Squa : 2 x 3 softgel
 Madu SJ : 2 x 2 sdm
 Spirulina : 3 x 3 kapsul

Referensi

  • Aplikasi Resep Herba HNI
  • https://www.alodokter.com/bronkitis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *