botak

Botak : Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatannya Tinggalkan komentar

Botak atau istilah medisnya alopecia adalah kerontokan rambut yang umumnya bersifat permanen. Salah satu jenisnya adalah alopecia areata.

Alopecia areata merupakan penyakit autoimun, yaitu kondisi di mana sistem imun menyerang tubuhnya sendiri. Karena itu, kondisi ini tidak termasuk penyakit yang menular.

Para pakar menduga bahwa faktor keturunan memiliki pengaruh besar sebagai pemicu kondisi ini. Jika memiliki anggota keluarga yang mengalami kebotakan, Anda berisiko mengidap kondisi yang sama. Kondisi autoimun lain seperti lupus atau diabetes tipe 1 juga berpotensi meningkatkan risiko kebotakan.

Gejala

Kondisi ini memiliki berbagai gejala dan tanda tergantung penyebabnya. Namun tanda dan gejala khas dari kebotakan adalah:

  • Rambut rontok lebih dari 100 helai per hari.
  • Terkadang muncul rasa terbakar atau sensasi gatal di kulit kepala.
  • Kulit yang botak biasanya mulus, berbentuk bulat, dan berwarna peach.

Berdasarkan jenisnya, tanda dan gejala lain dari kebotakan adalah:

  • Alopecia areata. Kulit yang botak dapat berupa pitak sebesar lingkaran. Biasanya, rambut rontok terjadi di kulit kepala, namun pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat terjadi di janggut atau alis. Alopecia areata terjadi karena sistem imun menyerang tubuhnya sendiri.
  • Alopecia totalis. Kulit rambut sangat mudah rontok saat Anda menyisir rambut. Alopesia jenis ini biasanya menyebabkan penipisan rambut.
  • Alopecia universalis. Kondisi ini umumnya terjadi akibat dari efek samping kemoterapi kanker. Biasanya rambut akan tumbuh kembali setelah itu.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Penyebab pasti kebotakan masih belum diketahui. Meski begitu, para ahli medis menyatakan bahwa kondisi ini berhubungan dengan beberapa faktor yang meliputi:

  • Riwayat keluarga. Jika anggota keluarga Anda mengalami kebotakan, Anda pun akan berisiko tinggi mengembangkan kondisi yang serupa. Riwayat keluarga juga dapat menunjukkan kemungkinan kapan usia mengalami kebotakan.
  • Hormon. Perubahan dan ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan kebotakan sementara. Perubahan hormon dapat terjadi karena kehamilan, kelahiranatau mendekati masa menopause. Kelenjar tiroid juga mempengaruhi kadar hormon, yang dapat menyebabkan kebotakan.
  • Kondisi kulit. Infeksi kulit kepala atau penyakit kulit seperti lupus, lichen planus dapat menyebabkan rambut rontok yang berpotensi kebotakan.
  • Induksi obatobat kanker, radang sendi, depresi, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kebotakan. Pil pengontrol kehamilan dan vitamin A yang berlebihan juga dapat menyebabkan kebotakan.
  • Kebiasaan mencabut rambut. Kondisi ini disebut juga dengan trikotilomania, yang menyebabkan seseorang  terdorong untuk mencabut rambut pada kulit kepala, alis atau bagian lain dari tubuh.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kebotakan?

Kebotakan yang terjadi sementara akan tumbuh kembali dengan normal jika Anda bisa mengatasi penyebabnya. Namun dalam banyak kasus, kebotakan merupakan kondisi yang tidak bisa dihindari seiring bertambahnya usia. Bila Anda khawatir kebotakan bisa mengganggu penampilan Anda, beberapa pilihan pengobatan untuk kebotakan adalah:

  • Terapi obat-obatan. dua obat yang paling sering digunakan untuk mengobati rambut rontok yaitu minoxidil (rogaine) dan finasteride (Propecia). Minoxidil dapat berbentuk cairan atau solutio sabun. Biasanya digunakan pada kulit kepala 2 kali sehari. Minoxidil membantu Anda mengurangi rambut rontok dan membantu rambut tumbuh kembali. Sementara finasteride biasanya dalam bentuk obat minum dan hanya diberikan pada laki-laki. Selain itu, obat kortikosteroid versi suntikan juga bisa menumbuhkan rambut botak dalam waktu 4 minggu. Yang perlu dipahami, setiap obat bisa memberikan efek yang berbeda pada setiap orang. Maka, konsultasikan dulu dengan dokter untuk mencari tahu mana yang paling tepat untuk kondisi Anda.
  • Pembedahan. dokter akan melakukan pembedahan jika rambut Anda rontok permanen. Biasanya dilakukan implantasi rambut pada kulit kepala. Meski begitu, prosedur ini membutuhkan biaya besar dan dapat menimbulkan rasa nyeri.
  • Terapi laser. terapi laser dapat membantu pasien mengurangi rambut rontok dan membantu rambut tumbuh kembali lebih tebal.
  • Pemakaian rambut palsu. Jika terapi lain tidak efektif, memakai rambut palsu atau wig merupakan pilihan alternatif yang aman.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kebotakan?

Beberapa tes yang umumnya dilakukan dokter untuk mendiagnonosis kebotakan adalah:

  • Pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah dapat membantu dokter dalam mendiagnosa penyakit penyebab rambut rontok, seperti penyakit tiroid.
  • Biopsi kulit kepala. Dokter mungkin akan mengambil sebagian kecil kulit dan rambut kepala untuk diperiksa.
  • Untuk menentukan tingkat keparahan kerontokan rambut, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan langsung dengan cara menyisirkan jari pada rambut guna melihat seberapa banyak kerontokan yang Anda alami.

HERBA HNI HPAI :
 Deep Beauty : Doleskan
 Madu SJ : 2 x 1 sdm

Referensi:

  • Aplikasi Resep Herba HNI
  • https://hellosehat.com/penyakit/alopecia-kebotakan-adalah/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *